Dampak Negatif Hoax bagi Elektabilitas Calon Presiden


Blunder Ratna Sarumpaet Memberikan Efek Negatif Terhadap Elektabilitas Prabowo


Ratna Sarumpaet dan Prabowo Subianto 

Akhir-akhir ini perhatian publik tertuju kepada isu yang memberitakan sebuah pengeroyokan di Bandara Husein Sastranegara, Bandung pada 21 September 2018 silam terhadap seorang aktivis simpatisan Prabowo, tidak lain dan tidak bukan adalah Ratna Sarumpaet.
Namun kenyataannya justru berbeda saat Ditreskrimum Polda Jabar membeberkan fakta bahwa  Ibu dari aktris Atiqah Hasiholan itu justru menjalani operasi plastik di Rumah Sakit Bina Estetika Menteng Jakarta Pusat pada 20 September.
Kapolda Jabar pun turut menyusuri kabar tersebut, dari rilis yang diterima OPSI.ID dari 8 Polsek di wilayah Polrestbes Bandung tidak ada laporan polisi penganiayaan atas nama korban Ratna Sarumpaet.

Begitu pun saat polisi memeriksa sejumlah saksi di bandar dan manifest keberangkatan dan kedatanagan. Namun tak ada nama Ratna Sarumpaet.
Ratna sendiri mengakui bahwa berita yang beredar saat itu mengenai dirinya yang dikeroyok massa adalah kabar bohong atau hoax. Dia berdalih entah bisikan dari setan mana yang membuat dirinya melakukan hal seperti itu. Dia pun meminta maaf kepada publik sekaligus mengundurkan diri dari Badan Pemenangan Kampanye Prabowo-Sandi.

Dan menurut saya, sungguh disayangkan apabila aksi yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet ini hanya untuk mencari simpati publik, karena saat ini Indonesia masih dirundung duka yang mendalam pasca bencana alam yang terjadi di Palu, Donggala dan sekitarnya.
Dan dalam konteks Pilpres tentunya hal ini sangat berpengaruh pada elektabilitas kubu oposisi, dalam hal ini Prabowo. Mengapa? karena melihat pemilih dalam hal ini pemilih terpelajar, tentunya mereka memandang negatif kubu Prabowo dengan adanya berita bohong yang dibuat oleh oposisi, sehingga hal ini menguntungkan bagi kubu petahana.

Melihat hal tersebut, Kubu Prabowo langsung mengambil tindakan dan menentukan apakah posisi Ratna Sarumpaet ini dipertahankan atau tidak. Sebagaimana Ahmad Riza Patria mengatakan bahwa yang bersangkutan ini akan dipertimbangkan posisinya, karena tentunya dalam hal ini yang dirugikan adalah pihaknya atas apa yang disampaikan beliau.


Komentar

Postingan Populer