Palu Mulai Bangkit

Polisi dan tentara menjaga warga yang antre membeli bahan bakar minyak di salah satu SPBU di Kota Palu, Sulawesi Tengah, pasca gempa dan tsunami, Rabu (3/10/2018).

Kota Palu mulai bangkit pasca bencana gempa dan tsunami. Roda perekonomian mulai bergerak perlahan. Pasokan makanan pun sudah mulai mengalir ke Kota Palu. Menkopolhukam Wiranto berkata bahwa “normalisasi kehidupan di Palu perlu waktu dan harus bertahap.
1.     Sejumlah jalan mulai bisa dilalui.

Kerusakan akibat gempa bumi dan tsunami di Dupa Tondo, Kelurahan Layana, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10/2018). Di area kompleks mebel dan pergudangan ini luluh lantak akibat gempa dan diterjang tsunami.
Menurut Wiranto, salah satu tanda Kota Palu mulai pulih adalah dari kondisi jalan. Sebelumnya tertutup akibat gempa kali kini sudah bisa dilalui kendaraan.
Selain itu, jaringan listrik yang sebelumnya mati kini sudah beroperasi lagi.
"Sekarang jalan-jalan utama mulai terang. Sekarang tugas kita adalah menormalisasikan kehidupan di sini, memang kita harus pelan-pelan,” kata Wiranto di Rumah Sakit Wirabuana, Palu Timur, Sulawesi Tengah, Jumat (5/10/2018).
Saat masyarakat di Palu sudah mulai tenang dan situasi sudah mulai kondusif, maka proses rehabilitasi dan rekonstruksi akan lebih cepat.

2.     Pasokan makanan mulai mengalir.

 Anggota TNI memuat logistik untuk disalurkan ke daerah bencana gempa menggunakan helikopter Mi-17 V-5  Skadron 31/Serbu Pusat Penerbangan Angkatan Darat Semarang melalui Bandar Udara Mutiara SIS Al-Jufri, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (4/10/2018). Pengiriman bantuan logistik melalui jalur udara untuk mempermudah mencapai daerah yang masih terisolir melalui jalur darat.
Dari hasil pantauan Kompas.com, aktivitas perekonomian masyarakat mulai tampak. Sejumlah warung di beberapa ruas jalan sudah buka dan melayani pembeli.
"Kami tadi sudah belanja sayur dan telur. Aman tidak ada apa-apa," kata Hasna, warga Kota Palu yang membeli kebutuhannya di warung di Jalan RW Monginsidi.
Sementara itu, Menkopolhukam Wiranto mengatakan telah berkoordinasi dengan minimarket untuk membebaskan korban pengungsi untuk mengambil di minimarket.
Namun, mereka harus terlebih dahulu mendaftarkan diri dan apa yang akan diambil, baru kemudian dibayar oleh BNPB terlebih dahulu, tegas Wiranto.
"Kalau (minimarket) tutup gimana, silakan dibuka aja, dibantu aparat keamanan. Tetapi dibayar. Yang kecil-kecil, yang bayar BNPB supaya enggak ada kesan penjarahan. Tetapi kami akui masih ada satu dua yang tidak bisa dikontrol. Sekarang sudah tidak ada. Makanan sudah cukup, penting untuk segera kita drop," katanya.

      3.   Pasokan BBM terus diperkuat.
   
Sejumlah 10 dari 17 SPBU di Kota Palu sudah mulai beroperasi. Namun memang masih terbatas. PT Pertamina terus melakukan penguatan distribusi dan pelayanan BBM di Palu, Donggala, dan Sigi.

            4.   Patroli TNI dan polisi untuk menjaga kemanan

Patroli dilakukan TNI guna memberikan rasa aman kepada masyarakat Palu, karena memang faktor keamanan menjadi hal penting ketika masyarakat korban bencana alam mulai beraktivitas kembali. Atas peran dan pengabdian TNI terhadap masyarakat, Jokowi mengucapkan terimakasih kepada jajaran TNI.

Opini : Dengan adanya data tersebut, menurut saya Indonesia bisa di bilang sudah cepat dan tanggap dalam menanggapi masalah bencana, tentunya merupakan hal yang positif karena berdampak baik bagi masyarakat sekitar bencana yang juga tidak sedikit yang mengalami hal traumatis dan saya harap seluruh stakeholder di Indonesia mampu mendorong dan memberikan apresiasi ataupun kontribusi bagi penanganan bencana di Palu, Donggala, dan sekitarnya. Dan apabila fakta-fakta diatas terus di pertahankan secara berkesinambungan bukan tidak mungkin lokasi bencana itu akan pulih dengan cepat.







Komentar

Postingan Populer